Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki, Wakil Kepala Hawzah Ilmiyah Qom, dalam serangkaian pertemuan membahas penjelasan ma'arif dan pesan-pesan Surah Al-Kautsar yang mulia.
Dalam pembahasan Surah Al-Kautsar, lebih dari dua puluh lima kutipan dari para mufassir telah dikemukakan. Tampaknya kadang-kadang dengan mengajukan pandangan-pandangan ini, inti peristiwa turunnya surah menjadi terlupakan; karena dikatakan bahwa Kautsar berarti Al-Qur'an, hikmah, akal, atau telaga Kautsar. Padahal Surah Al-Kautsar itu sendiri menjelaskan makna kata tersebut; yaitu ketika Allah Yang Mahasuci berfirman: "Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (abtar)."
Ungkapan "إِنَّ شَانِئَکَ هُوَ الْأَبْتَرُ" yang terdapat di akhir surah merujuk pada sebab turunnya (sya'n nuzul). Peristiwanya adalah bahwa para musuh Nabi (Saww) mengatakan bahwa beliau (Saww) karena tidak memiliki anak laki-laki adalah abtar (terputus keturunannya) dan setelah beliau (Saww) tidak akan ada yang melanjutkan jalannya. Allah Yang Mahasuci dengan turunnya surah ini ingin memberikan dua kabar mukjizat kepada Nabi-Nya yang agung (Saww): pertama, engkau akan memiliki Kautsar, dan kedua, musuhmu akan abtar dan tidak akan memiliki penerus.
Oleh karena itu, baik Kautsar diberikan kepada Nabi (Saww) maupun para musuhnya menjadi abtar dan tidak mampu mempertahankan kedudukan dan pengaruh mereka dalam sejarah. Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, meskipun memiliki banyak pendukung, kekuasaan, dan sarana yang melimpah, tidak mampu meninggalkan warisan spiritual dan abadi seperti warisan Nabi (Saww). Hari ini kita tidak melihat jejak kelangsungan spiritual dan kedudukan mereka di dunia Islam, tetapi nama dan jalan Nabi yang agung (Saww) telah menyebar ke seluruh dunia.
Kelangsungan dan penyebaran ini dimulai dari Ahlulbait 'Ishmah wa Thaharah (as) dan sepanjang sejarah berlanjut melalui para ulama besar, marja', dan tokoh-tokoh berpengaruh dunia Islam; tokoh-tokoh seperti Imam Khomeini, Imam Syahid (Sayyid Ali Khamenei ra), Sayyid Hasan Nasrallah, dan Syahid Shadr yang masing-masing pada masanya memberikan pengaruh penting terhadap dunia Islam. Inilah makna janji ilahi yang disampaikan kepada Nabi (Saww): engkau memiliki Kautsar dan musuhmu adalah abtar.
Dari sini menjadi jelas bahwa salah satu contoh paling sempurna dan terlengkap dari Kautsar adalah Sayyidah Zahra al-Mardhiyyah salamullah 'alaiha. Seakan-akan Allah Yang Mahasuci memberikan kabar gembira kepada Nabi-Nya (Saww) bahwa jangan khawatir; Kami akan menganugerahkan kepadamu Sayyidah Zahra (sa); seorang wanita yang dari keturunannya akan datang Imam Hasan (as) dan Imam Husain (as), anak-anaknya yang lain, dan akhirnya Imam Hujjah (aj); dan banyak ulama serta tokoh besar dari keturunan Nabi (Saww) akan muncul sepanjang sejarah; tokoh-tokoh yang akan memenuhi dunia dengan spiritualitas dan ma'arif Nabi Agung (Saww) serta Ahlulbait 'Ishmah wa Thaharah (as).
Surah Al-Kautsar adalah surah yang pendek namun sangat agung. Oleh karena itu, Allah Yang Mahasuci berfirman: "إِنَّا أَعْطَیْنَاکَ الْکَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّکَ وَانْحَرْ."
Artinya, karena Kami telah menganugerahkan Kautsar kepadamu, maka shalatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah. Karena nikmat ini adalah kebaikan yang banyak dan salah satu contohnya yang menonjol adalah Sayyidah Fatimah Zahra (sa), maka terhadap nikmat yang begitu besar ini hendaknya bersyukur kepada Allah Yang Mahasuci; melaksanakan shalat, berkurban, dan menunaikan syukur atas anugerah ilahi yang agung ini.
Di samping kabar gembira ini, terdapat pula janji lain dalam Surah Al-Kautsar, yaitu bahwa musuh-musuh Nabi (Saww) akan abtar (terputus). Hari ini pun kita menyaksikan bagaimana anak-anak keturunan Nabi yang agung (Saww), di dunia yang kegelapan dan kezaliman telah meliputi sebagian besar wilayahnya, memancarkan cahaya.
Imam Khomeini membentuk front perlawanan; front yang berdiri melawan kekuatan-kekuatan zalim dan para mustakbir (penguasa angkuh) pada zamannnya; mereka yang tidak memiliki sedikit pun jejak kemanusiaan dan dalam peristiwa-peristiwa terkait Pulau Epstein telah menunjukkan wajah kebiadaban dan pelanggaran terhadap martabat manusia. Salah satu orang yang berdiri melawan arus-arus ini dan menantang kekuatan mereka adalah dari keturunan Nabi (Saww) dan generasi Sayyidah Zahra al-Mardhiyyah salamullah 'alaiha.
Inilah salah satu manifestasi hakikat Kautsar; nikmat yang akan terus berlangsung dan pada setiap periode, anak-anak keturunan Sayyidah Zahra (sa) akan berdiri melawan kezaliman dan penindasan, menghancurkan kegelapan-kegelapan, dan menyiapkan landasan bagi kemunculan putra beliau, Imam Al-Hujjah (aj).
Oleh karena itu, seluruh masyarakat tercinta hendaknya dengan merenungkan surah yang pendek namun sarat dengan ma'arif ini, menjaga harapan mereka terhadap masa depan, kemenangan kebenaran, dan terwujudnya janji-janji ilahi. Salah satu pesan surah ini adalah bahwa musuh-musuh Nabi (Saww) dan para penentang jalan Sayyidah Zahra (sa), pada setiap periode pasti akan mengalami kehancuran; nama dan jejak kezaliman mereka tidak akan tersisa dan pada akhirnya mereka akan bergabung ke dalam tempat sampah sejarah. Ini juga merupakan salah satu janji yang dapat diperoleh dari Surah Al-Kautsar yang mulia.
Komentar Anda